Inventarisasi Tegakan Hutan Adat Sona Di Desa Gandis Kecamatan Dedai Kabupaten Sintang

Kamaludin -

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis tegakan yang terdapat pada
kawasan Hutan Adat Sona desa Gandis Kecamatan Dedai Kabupaten Sintang. penelitian ini dilaksanakan
dengan menggunakan metode jalur/transek. Jalur dibuat dengan arah memotong kontur sebanyak 2 buah
dengan panjang jalur masing-masing 300 meter. Pada setiap jalur dibuatkan petak pengamatan secara
kontinyu dengan ukuran sesuai tingkat pertumbuhan, yaitu 2 m x 2 m untuk tingkat Semai, 5 m x 5 m
untuk tingkat Pancang, 10 m x 10 m untuk tingkat Tiang dan 20 m x 20 m untuk tingkat Pohon, dengan
demikian luas total petak pengamatan adalah 1,2 Ha. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 22 jenis
tegakan hutan, untuk tingkat semai secara berurutan jenis-jenis yang dominan adalah Medang Piawas
(Litsea firma), Garu Engkaras (Aquilaria malaccensis), Terentang (Camnosperma auriculatum),
Entangor (Callophylum soulattri) dan Engkerabang (Cratoxylon sp). Untuk tingkat pancang secara
berurutan jenis-jenis yang dominan adalah Medang Piawas, Majau (Shorea spp), Garu Engkaras, Entangor
dan Terentang. Untuk tingkat tiang secara berurutan jenis-jenis yang dominan adalah Medang Piawas,
Entangor, Majau, Terentang dan Garu Engkaras, Untuk tingkat pohon secara berurutan jenis-jenis yang
dominan adalah Medang Piawas, Entangor, Majau, Terentang dan Rengas (Melanorrea walichii).
Keanekaragaman jenis tegakan hutan untuk tingkat semai, pancang, tiang dan pohon menurut kriteria
Shannon-Wielner tergolong sedang dengan nilai indeks keanekaragaman jenis tingkat semai sebesar H=
1,3043, tingkat pancang sebesar H= 1,2447, tingkat tiang sebesar H= 1,2467 dan tingkat pohon indeks
keanekaragaman jenis sebesar H= 1,1801.
Kata Kunci : Inventarisasi, Tegakan Hutan, Hutan Adat Sona

References


Darwo. 2014. Sintesa Hasil Penelitian

Pengelolaan Hutan Alam Produksi

Lestari. Pusat Penelitian Dan

Pengembangan Peningkatan

Produktivitas Hutan Badan Penelitian

Dan Pengembangan Kehutanan.

Kementerian Kehutanan Republik

Indonesia.

Departemen Kehutanan Republik Indonesia. 1999.

Undang Undang Nomor 41 Tentang

Kehutanan. Jakarta.

Departemen Kehutanan. 1992. Pedoman dan

Petunjuk Teknis Tebang Pilih Tanam

Indonesia (TPTI). Jakarta: Direktorat

Jenderal Pengusahaan Hutan.

Ewuise, J.Y. 1990. Pengantar Ekologi Hutan

Tropika. Terjemahan Usman Tanujaya.

Institut Teknologi Bandung.

MacKinnon, Gusti Hatta, Hakimah Halim dan

Arthur Mangalik. 2000. Ekologi

Kalimantan. Seri ekologi Indonesia

Buku III. Prenhallindo. Jakarta.

Manan, S. 1997. Hutan Rimbawan Dan

Masyarakat. Institut Pertanian Bogor

Press. Bogor.

Odum, E.P. 1993. Dasar-Dasar Ekologi.

Terjemahan Tjahojono Samingan, Edisi

Ketiga Gajah Mada oleh Universitas

Press, Yogyakarta.

Sakunto. 1995. Ekonomi Kehutanan Ekologi dan

Pengelolaan Sumber Daya Hutan.

Departemen Pendidikan dan

Kebudayan, Fakultas Pertanian

Universitas Tanjungpura Pontianak.

Simon, H. 1993. Metode Inventore Hutan.

Yogyakarta: Aditya Media.

Soerianegara, I. dan Indrawan, A. 2005. Ekologi

Hutan Indonesia. Bogor: Fakultas

Kehutanan IPB.

Soerjani, M. 1992. Melestarikan Hutan Tropika.

Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Sudjiatmiko. 1998. Penerapan Double Sampling

Terstratifikasi dalam Menduga

Potensi Hutan Alam melalui Potret

Udara (Studi Kasus di Hutan

Pendidikan Gunung Walat). Tidak

Dipublikasikan.




DOI: https://doi.org/10.51826/piper.v16i31.441

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Diterbitkan oleh :
Fakultas Pertanian
Universitas Kapuas Sintang

INDEXING BY :