PENGAWASAN DALAM MENCEGAH PEREDARAN BARANG TERLARANG DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA KUPANG
DOI:
https://doi.org/10.51826/perahu.v14i1.1816Keywords:
Surveillance, Prohibited Goods, Penitentiary, SecurityAbstract
The circulation of prohibited items within correctional institutions poses a serious threat to security, order, and the achievement of rehabilitative objectives. At Class IIA Kupang Penitentiary, repeated confiscations of contraband—such as improvised weapons, razor blades, ropes, lighters, and mobile phones—indicate the suboptimal implementation of supervisory mechanisms as mandated under Minister of Law and Human Rights Regulation No. 6 of 2013. This study aims to identify factors hindering effective supervision and to examine preventive strategies adopted by the institution. It employs an empirical legal method with a socio-legal approach, integrating normative analysis with field data obtained through interviews with correctional officers, inmates, and visitors. The findings reveal internal constraints, including limited personnel, integrity issues, inadequate facilities, and excessive leniency, as well as external challenges such as sophisticated smuggling methods and limited visitor awareness. In response, the institution has implemented revised Standard Operating Procedures (2025), strengthened supervision, enhanced detection measures, reinforced officer integrity, and expanded regulatory outreach to ensure effective and sustainable prevention.
References
Arief, B. N. (2018). Kebijakan hukum pidana: Perkembangan penyusunan konsep KUHP baru. Prenadamedia Group.
Dinanti, M. A. (2021). Upaya penanggulangan peredaran narkotika di lembaga pemasyarakatan (Skripsi). Fakultas Hukum, Universitas Jambi.
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. (2024). Laporan tahunan pemasyarakatan. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
Kautsar, A. (2023). Sistem keamanan dan pengawasan lembaga pemasyarakatan (Tesis). UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Kiulubalu, G. F. (2026). Pengawasan dalam mencegah peredaran barang terlarang di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kupang (Skripsi). Fakultas Hukum.
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kupang. (2025). Standar operasional prosedur pengamanan internal. Kupang.
Nuddin. (2024). Implementasi sistem keamanan dalam mencegah gangguan kamtib di lembaga pemasyarakatan. Perspektif, 19(2), 145–158. https://doi.org/10.xxxx/perspektif.v19i2.xxx
Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2013 tentang Tata Tertib Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara.
Putra, R. A. (2022). Efektivitas pengawasan petugas dalam mencegah penyelundupan barang terlarang di lapas. Jurnal Ilmu Hukum, 10(1), 33–48.
Saragih, M. P. (2020). Pengawasan pemasyarakatan sebagai upaya pencegahan tindak pidana lanjutan. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 50(3), 623–639. https://doi.org/10.xxxx/jhp.v50i3.xxx
Wicaksono, D. (2021). Implementasi kebijakan pengamanan lapas berbasis risiko. Jurnal Pemasyarakatan, 7(2), 89–103.
Soekanto, S. (2014). Faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum. RajaGrafindo Persada.
Terry, G. R. (2006). Principles of management. Richard D. Irwin.
Muladi. (2008). Kapita selekta sistem peradilan pidana. Badan Penerbit UNDIP.
Marzuki, P. M. (2017). Penelitian hukum (Edisi Revisi). Kencana.
Rahardjo, S. (2009). Penegakan hukum: Suatu tinjauan sosiologis. Genta Publishing.
Widodo, E. (2019). Manajemen pengawasan dan pengendalian organisasi. Alfabeta.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 PERAHU (PENERANGAN HUKUM) : JURNAL ILMU HUKUM

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









