PERADILAN ADAT DAYAK DALAM PERSPEKTIF PLURALISME HUKUM STUDI FORUM KETEMENGGUNGAN ADAT DAYAK KABUPATEN SINTANG

Adat

Authors

  • Victor Emanuel Universitas Kapuas, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51826/perahu.v14i2.1885

Keywords:

Customary Justice, Living Law, Dayak Community

Abstract

The existence of customary law within Indonesia’s legal system demonstrates that dispute resolution does not always rely on state judicial institutions. However, limited empirical research examines how customary judicial institutions operate as socially legitimate mechanisms of dispute resolution within local communities. This gap is evident in studies of Dayak communities in West Kalimantan, which predominantly approach customary law from anthropological or historical perspectives rather than examining customary adjudication within contemporary legal pluralism. This research employs an empirical juridical approach using a socio-legal method that combines normative analysis of national legal frameworks with empirical examination of customary dispute resolution practices. Primary data were obtained through in-depth interviews with customary leaders (Temenggung), community leaders, and parties involved in customary dispute resolution, complemented by field observations and document analysis. Data were analyzed qualitatively using a descriptive-analytical approach. The novelty lies in examining the Ketemenggungan Customary Forum as a local legal institution that receives, examines, and resolves community disputes based on Dayak customary norms while interacting with state law. The study demonstrates that the Forum functions as a socially legitimate mechanism of customary adjudication within Indonesia’s plural legal system.

References

Arinanto, S. (2015). Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat dalam Kerangka Negara Hukum. Jurnal Hukum & Pembangunan.

Atmadja, I Dewa Gede, dan I Nyoman Putu Budiartha. (2018). Teori-Teori Hukum. Malang: Setara Press.

Effendi Erdianto. (2018), Hukum Pidana Adat, Bandung: PT.Refika Aditama.

Irianto, S. (2013). Pluralisme Hukum dan Tantangannya dalam Pembangunan Hukum Nasional. Jurnal Hukum & Pembangunan, 43(3).

Isra, Saldi. (2014). Konstitusi dan Konstitusionalisme Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.

Marzuki, Peter Mahmud. (2005). Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Nonet, Philippe, dan Philip Selznick. (1978). Law and Society in Transition: Toward Responsive Law. New York: Harper & Row.

Noor, Afif. (2023). “Socio-Legal Research: Integration of Normative and Empirical Juridical Research in Legal Research.” Jurnal Ilmiah Dunia Hukum, Vol. 7 No. 2: 94–112. https://doi.org/10.35973/jidh.v7i2.3154.

Peraturan Daerah Kabupaten Sintang Nomor 12 Tahun 2015 tentang Pengakuan dan

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2025 tentang Tata Cara dan Kriteria Penetapan Hukum yang Hidup dalam Masyarakat

Perlindungan Kelembagaan Adat dan Masyarakat Hukum Adat. diundangkan 27 November 2015

Putra Jaya, Nyoman Serikat. (2014). Beberapa Pemikiran ke Arah Pengembangan Hukum Pidana. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Rahardjo, S. (2009). Hukum Progresif: Sebuah Sintesa Hukum Indonesia. Yogyakarta: Genta Publishing.

Rahardjo,Satjipto. (2009). Hukum Progresif: Sebuah Sintesa Hukum Indonesia. Yogyakarta: Genta Publishing.

Sidharta, Bernard Arief. (2000). Refleksi tentang Struktur Ilmu Hukum: Sebuah Penelitian tentang Fundasi Kefilsafatan dan Sifat Keilmuan Ilmu Hukum sebagai Landasan Pengembangan Ilmu Hukum Nasional Indonesia. Bandung: Mandar Maju.

Sidharta, Bernard Arief. (2013). Refleksi tentang Struktur Ilmu Hukum: Sebuah Penelitian tentang Fundasi Kefilsafatan dan Sifat Keilmuan Ilmu Hukum sebagai Landasan Pengembangan Ilmu Hukum Nasional Indonesia. Bandung: Mandar Maju.

Soekanto, Soerjono. (1982). Kesadaran Hukum dan Kepatuhan Hukum. Jakarta: Rajawali Press.

Soekanto, Soerjono. (1986). Pokok-Pokok Sosiologi Hukum. Jakarta: Rajawali Press.

Soekanto, Sorjono. (1986). Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: UI Press.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Purwanda, Sunardi., & Wulandari, Andi Sri Rezky. 2023. “Socio-Legal Studies: Methodical Implications of Legal Development in Indonesia.” Al-’Adl, Vol. 16 No. 2: 152–163. https://doi.org/10.31332/aladl.v16i2.6129

Putra Jaya, N. S. (2014). Eksistensi Hukum Adat dalam Penyelesaian Perkara Pidana di Indonesia. Yuridika, 29(3)

Published

09/30/2026

Citation Check