KARAKTERISTIK TEMPAT TUMBUH POROT KOLIK (Nephelium maingayi Hiern) PADA AREAL BERHUTAN DI DESA MADYA RAYA KABUPATEN MELAWI

Authors

  • Muhammad Syukur Universitas Kapuas, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51826/piper.v21i2.1714

Keywords:

Karakteristik, Tempat tumbuh, Pohon Porot Kolik

Abstract

Porot Kolik tumbuh dan berkembang dengan baik di areal berhutan desa Madya Raya. Buahnya dimanfaatkan masyarakat, dikonsumsi atau dijadikan manisan.  Penelitian bertujuan mengetahui karakteristik biotik dan abiotik tempat tumbuh pohon Porot Kolik. Pengamatan menggunakan petak tunggal berkuruan 100 m x 60 m, ditempatkan secara purposive pada area paling banyak Porot Kolik. Hasil penelitian disimpulkan (1) Ditemukan 8 jenis tumbuhan bawah, 16 jenis  tingkat semai, 11 jenis  pancang, 10 jenis tiang dan 10 jenis pohon; (2). Jenis-jenis yang ditemukan adalah Gleichenella pectinata, Smilax anceps, Vitis labrusca, Alpinia purpurata, Lindsaea ensifoli, Spathoglottis plicata, Cnestis polyphylla, Archidendron clypearia, Ryania speciosa, Aporosa benthamiana, Artocarpus elasticus, Macaranga tanarius, Guarea corticosa, Cedrela fissilis, Flacourtia jangomas, Faramea occidentalis, Litsea elliptica, Spathodea campanulata, Magnolia champaca, Durio dulcis, Gluta wallichii, Syzygium ecostulatum, Derris elliptica, Microcos coriacea, Lecythis idatimon, Polyscias diversifolia, Lithocardium sprucei, Torminalis glaberrima, Alibertia edulis, Ficus lutea, Dendrobangia boliviana,  Tapirira guianensis, Ocotea canaliculata, Dipterocarpus sublamellatus, Protium stevensonii, Pourouma guianensis, Tessmannia Africana, Heisteria parvifolia, Litsea umbellata, Cecropia obtusa and Chaunochiton kappleri;  dan (3). Tanah mengandung C-Organik 4,81%, N-Total 0,07% dan pH H2O 4,48. Tekstur Liat 25,64%, Debu  13,86%, Pasir Halus 51,37% dan Pasir Kasar 9,13%. Suhu udara  25,5 oC -25,7 oC dan intensitas cahaya 648,75 Lux. Di alam Pohon Porot Kolik masuk critically endangered, memiliki resiko kepunahan dalam  waktu dekat. Oleh karena itu, perlu dukungan dan komitmen pemerintah bersama kelembagaan desa untuk menjamin kelestariannya.

References

Asrat, Z. and Tesfaye, Y., 2013, Training manual on forest inventory and management in the context of sfm and redd+. wondo genet college of forestry and natural resources. Wondo Genet. Hawassa University.

Changtragoon S, Noppornphan C, Idha W, Elina M, Nataya D, Songpol S, Winarno W, Syauqi N, Shariah U, Shukor A, Noorhayati M, William W, Pearlycia B, Sah M, Harris A, Gerten A, Lhumphet S, Sthapit B & Rao R. (2015). Diversity in cultivated and wild nephelium species in south-east asia. Indian J. Plant Genet. Resour. 28(1): 55-61. doi 10.5958/0976-1926.2015.00008.X.

Dian Ariyanti, Nurheni Wijayanto, & Iwan Hilwan. (2018). Keanekaragaman jenis tumbuhan dan simpanan karbon pada berbagai tipe penggunaan lahan di kabupaten pesisir barat provinsi lampung. Jurnal Silvikultur Tropika. Vol. 09 No.3, Desember 2018, Hal 167-174 ISSN: 2086-8227.

Dini Pujiarti, Gunawan & Eny Dwi Pujawati. (2021). Autekologi dan pemanfaatan buah untit (Nephelium maingayi hiern) oleh suku dayak ngaju kalimantan tengah. BIOSCIENTIAE. Volume 18, Nomor 1, Januari 2021. Hal 12-27. https://ppjp.ulm.ac.id/journals/index.php/bioscientiae.

Hartina M. Makatita, Ludia Siahaya & Andjela Sahupala. (2024). Studi habitat pohon gofasa (Vitex cofassus) di pulau marsegu seram bagian barat. Marsegu. Jurnal Saint Dan Teknologi. Vol.1 No.6 September 2024. https://doi.org/10.69840/marsegu/1.6.2024.546-557

Herianto. (2017). Keanekaragaman jenis dan struktur tegakan di areal tegakan tinggal. Jurnal Daun, Vol. 4 No. 1, Juni 2017 : 38–46.

Nababan, B. R. R. (2019). Model Arsitektur Pohon dan Kualitas Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan Diversitas Spesies Burung Sebagai Indikator di Universitas Lampung. [Tesis]. Bandar Lampung: Universitas Lampung, Fakultas Pertanian

Naharuddin, N. (2018). Komposisi dan Struktur Vegetasi Dalam Potensinya Sebagai Parameter Hidrologi dan Erosi. Jurnal Hutan Tropis, 5(2), 134 142. E-ISSN 2337-7992

National Parks. 2020. http://florafaunaweb.nparks.gov. sg. Nephelium maingayi Hiern. diakses pada tanggal 2 Septemberr 2025.

Rosalina, N. (2021). Model Arsitektur Pohon Kawasan Jalur Hijau Di Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung. Wanamukti Jurnal Penelitian Kehutanan, 22(1), 41-49. ISSN: 2621-833.

Rozak AH, Astutik S, Mutaqien Z, Widyatmoko D & Sulistyawati. (2016). Kekayaan jenis pohon di hutan taman nasional gunung gede pangrango, jawa barat. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam. 13 (1): 1-14.

Soerianegara, I. dan Indrawan, A. 2008. Ekologi Hutan Indonesia. Fakultas Kehutanan IPB. Bogor.

Sofiyeni, C, Masdalena, M. (2016). Analisis vegetasi tumbuhan invasif di kawasan cagar alam lembah anai, Sumatera Barat. Proceeding Biology Education Conference, 13(1), 743-747.

Zurriyati, Y., & Dahono. (2016). Keragaman sumber daya genetik tanaman buah-buahan eksotik di kabupaten bintan, provinsi kepulauan Riau. Buletin. Plasma Nutfah, 22(1), 11– 20.

Published

2025-12-31

Issue

Section

Artikel

Citation Check