ECOTHERAPY HEALING FOREST SEBAGAI EKOWISATA MINAT KHUSUS DI WILAYAH KONSERVASI TAMAN WISATA ALAM GUNUNG KELAM SINTANG KALIMANTAN BARAT

Authors

  • Vincencia Septaviani Issera Sulistya Putri Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Barat , Indonesia
  • Antonius Antonius Universitas Kapuas, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51826/piper.v22i1.1720

Keywords:

Ecotherapy healing forest, Kesehatan, Lingkungan, Substainable development goals (SDGs), TWA Gunung Kelam

Abstract

Ecotherapy healing forest (EHF) merupakan ekowisata minat khusus untuk program intervensi nonfarmakologis dan memperbaiki kesehatan mental (depresi, kecemasan, stres) menggunakan atraksi lingkungan alami sebagai penunjang terapi. Manfaatnya untuk menurunkan tingkat kejenuhan, depresi/kecemasan/stress, sehingga meningkatkan produktivitas dan kesehatan melalui panca indera, sehingga lingkungan terjaga, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat meningkat, selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). Penelitian ini dilakukan di Kawasan TWA Gunung Kelam, Kabupaten Sintang. Waktu pengambilan data bulan Agustus 2023 – Januari 2024. Lokasi ditentukan secara purposive dengan mempertimbangkan (1) ± sekitar 20 Km dari kota Sintang; (2) Tempat terjangkau; (3) waktu tempuh ± 30 menit dengan menggunakan kendaraan pribadi; (4) memiliki obyek wisata alam yang eksotis. Metode yang digunakan adalah identifikasi tapak pada jalur yang telah tersedia dan terbagi menjadi 6 titik pengukuran dengan panjang keseluruhan jarak tracking ± 3,9 km dan luasan lahan ± 8 Ha, meliputi pengukuran: (1) pengukuran vegetasi (2) mikroklimat (3) tingkat kebisingan (4) kecepatan angin (5) kandungan ion negatif; dan rekomendasi desain untuk site of ecotherapy healing forest. Berdasarkan hasil analisis identifikasi tapak, persepsi dan preferensi masyarakat, daya dukung tapak, kenyamanan termal dan rekomendasi desain site, maka wilayah konservasi Taman Wisata Alam Gunung Kelam Sintang, sangat representatif untuk menjadi site of ecotherapy healing forest.

References

Andini, S. W., Prasetyo, Y., & Sukmono, A. (2018). Analisis sebaran vegetasi dengan citra satelit sentinel menggunakan metode NDVI dan segmentasi (Studi Kasus: Kabupaten Demak). Jurnal Geodesi Undip, vol.7.

Antonelli, M., Donelli, D., Barbieri, G., Valussi, M., Maggini, V., & Firenzuoli, F. (2020). Forest Volatile Organic Compounds and Their Effects on Human Health: A State-of-the-Art Review. Environmental Research and Public Health, Volume 17(https://doi.org/10.3390/ijerph17186506).

Budiman Achmad, & Diniyati, D. (2021). AGROFORESTRY FOR FOOD ESTATE DEVELOPMENT : Environmental Perspective. Jurnal Agroforestry Indonesia, vol 4. no.

Byeongsang, Lee, K. J., Zaslawski, C., Yeung, A., Rosenthal, D., Larkey, L., & Back, M. (2017). Health and well-being benefits of spending time in forests: Systematic review. Environmental Health and Preventive Medicine, 22(1), 1–11. https://doi.org/10.1186/s12199-017-0677-9

Chen, H. T., Yu, C. P., & Lee, H. Y. (2018). The effects of forest bathing on stress recovery: Evidence from middle-aged females of Taiwan. Forests, 8(2), 1–9. https://doi.org/10.3390/f9070403

Clifford, M. A. (2018a). your guide to Forest Bathing (E. the H. P. of N. . N. MA (ed.)). Conari Press.

Corazon, S. S., Sidenius, U., Poulsen, D. V., Gramkow, M. C., & Stigsdotter, U. K. (2019). Psycho-Physiological Stress Recovery in Outdoor Nature-Based Interventions: A Systematic Review of the Past Eight Years of Research. Environmental Research and Public Health, Int. J. Environ. Res. Public Health 2019, 16(10), 1711; https://doi.org/10.3390/ijerph16101711.

FAO, & UNEP. (2020). The State of the World’s Forests 2020. Forests, Biodiversity and People. Rome, Italy, 2020. Food and Agriculture Organization of the United Nations, Rome, Ital(ISBN 9789251324196).

Hafidz, I. Y. N., & Nugrahaini, F. T. (2019). Konsep Healing Environment untuk Mendukung Proses Penyembuhan Pasien Rumah Sakit. Sinektika, Vol 16.

Hansen, M. M., Jones, R., & Tocchini, K. (2017). Shinrin-yoku (Forest bathing) and nature therapy: A state-of-the-art review. International Journal of Environmental Research and Public Health, 14(8). https://doi.org/10.3390/ijerph14080851

Ikei, H., Song, C., & Miyazaki, Y. (2017). Physiological Effects of Touching Wood. Environmental Research and Public Health, Volume14(https://doi.org/10.3390/ijerph14070801).

Kim, H.-W., Shin, W.-S., & Jang, C.-S. (2019). Effects of Forest Healing Program on Cultural Adaptation Stress and Psychological Wellbeing of Foreign Workers. Journal of People, Plants, and

Environment, 22(5), 505–513. https://doi.org/10.11628/ksppe.2019.22.5.505

Kurnia, R. F. A. (2019). Analisis Indeks Kenyamanan Iklim.

Li, Q. (2019). Effect of forest bathing (shinrin-yoku) on human health: A review of the literature. Santé Publique Issue 1, 2019, Pages 135 to 143.

Lumbantobing, R., & Rahtriawati, M. A. P. (2021). Pengaruh stress terhadap peningkatan tekanan darah pada pekerja sosial di balai rehabilitas sosial penyandang disabilitas sensorik rungu wicara melati Jakarta. Institutional Repository Universitas Kristen Indonesia.

Lyu, B., Zeng, C., Deng, S., Liu, S., Jiang, M., Li, N., Wei, L., Yu, Y., & Chen, Q. (2018). Bamboo forest therapy contributes to the regulation of psychological responses. Journal of Forest Research, https://doi.org/10.1080/13416979.2018.1538492.

Nurrohimah, I. (2022). Community Perceptions and Preferences of The Comfort Level of Merdeka Metro Park as a Social Interaction Space During Covid-19 Pandemic. Jurnal Lanskap Indonesia, Vol. 14 No.

Poulsen, D. V., Stigsdotter, U. K., Djernis, D., & Sidenius, U. (2016). ‘Everything just seems much more right in nature’: How veterans with post-traumatic stress disorder experience nature-based activities in a forest therapy garden. Health Psychology Open, 3(1). https://doi.org/10.1177/2055102916637090

Putra, A. (2018). Pendekatan Metode Normalized Difference Vegetation Index (Ndvi) Dan Lyzenga Untuk Pemetaan Sebaran Ekosistem Perairan Di Kawasan Pesisir Teluk Benoa, Bali. Jurnal Ilmiah Geomatika, 23(2), 87. https://doi.org/10.24895/jig.2017.23-2.729

Qing Li, D. (2018). Forest Bathing. How Trees Can Help You Find Health and Happiness.

Rahmawati, P. R. (2019). Prana dan gaya hidup: upaya meningkatkan energi vital tubuh. Jurusan Yoga Dan Kesehatan Fakultas Brahma Widya Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar, Vol 2, No.

Rajoo, K. S., Karam, D. S., Wook, N. F., & Abdullah, M. Z. (2020). Forest Therapy: An environmental approach to managing stress in middle-aged working women. Urban Forestry and Urban Greening, 55(April),126853.https://doi.org/10.1016/j.ufug.2020.126853

Robbins, J. (2020). The Yale School of the Environment. Urban Education.

Tajudin, A. N., & Sandjaya, A. (2017). Meningkatkan Daya Saing Industri Konstruksi Dalam Persaingan di Tingkat Global Menuju Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan. Prosiding Konferensi Nasional Teknik Sipil 11, Volume 1(ISBN: 978-602-60662-2-0).

Twohig-Bennett, C., & Jones, A. (2018). The health benefits of the great outdoors: A systematic review and meta-analysis of greenspace exposure and health outcomes. Environmental Research and Public Health, Volume 166.

Ulfa, M., & Muslimin, I. (2022). Standar Wisata ALam untuk Terapi Kesehatan. Better Standard Better Living, Vol. 1 No.

Wei, G., Jie, L., Jiangrong, L., & Xiaoqin, T. (2018). Advances in Research pf Forest Air Anion. International Journal of Environmentas Sciences and Natural Resources, ISSN: 2571.

Published

2026-04-10

Citation Check