ETNOZOOLOGI AMFIBI DAN REPTIL DI DESA PENYANGGA TAMAN NASIONAL BUKIT BAKA BUKIT RAYA (STUDI KASUS: DESA NUSA PORING)
DOI:
https://doi.org/10.51826/piper.v22i1.1902Keywords:
Herpetofauna, Kalimantan Barat, Pemanfaatan, PerburuanAbstract
Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya merupakan rumah bagi berbagai jenis flora dan fauna diantaranya 82 spesies amfibi dan 71 spesies reptil. Kawasan ini juga memiliki peranan penting bagi penduduk asli, yaitu suku Dayak yang menempati desa penyangga disekitarnya. Kehidupan masyarakat suku Dayak memiliki kaitan erat dengan hutan, hal ini tercermin dari perburuan untuk pemanfaatan dan penggunaan sumberdaya alam sejak dahulu, diantaranya amfibi dan reptil. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemanfaatan amfibi dan reptil oleh masyarakat di Desa Nusa Poring, sebagai desa penyangga Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. Penelitian dilakukan pada Maret - April 2025 menggunakan metode wawancara semi terstruktur dengan penentuan responden melalui snowball sampling (n=15). Setidaknya tercatat 11 spesies amfibi dan 21 spesies reptil yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Nusa Poring. Tujuan pemanfaatan amfibi dan reptil berupa sumber makanan (100%), peliharaan (9.37%), dan penggunaan kepercayaan lokal. Berdasarkan daftar spesies amfibi dan reptil secara keseluruhan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, diperkirakan 13.41% spesies amfibi dan 29.57% spesies reptil yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Nusa Poring. Salah satu reptil yaitu Cakau (Manouria emys) yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia dan tujuh spesies yang tergolong terancam punah (vulnerable, endangered, dan critically endangered) berdasarkan IUCN Red List termasuk dalam daftar yang dimanfaatkan masyarakat. Kontak erat antara manusia dan satwa dalam proses pemanfaatan amfibi dan reptil akan meningkatkan risiko transmisi zoonosis yang dapat merugikan kesehatan manusia dan satwa lain. Pemanfaatan amfibi dan reptil oleh masyarakat hendaknya dapat diatur dan dilakukan secara bijaksana dan berkelanjutan agar keberadaan tetap lestari dan kesehatan terjaga.
References
Abduh, M., H. Priyandono, and A. S. Harikurniawan. 2018. Buku Database Keanekaragaman Hayati Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, Sintang.
Adil, S.; Altaf, M.; Hussain, T.; Umair, M.; Ni, J.; Abbasi, A.M.; Bussmann, R.W.; Ashraf, S. 2022. Cultural and Medicinal Use of Amphibians and Reptiles by Indigenous People in Punjab, Pakistan with Comments on Conservation Implications for Herpetofauna. Animals 2022, 12, 2062. https://doi.org/10.3390/ ani12162062
Alves, R., and W. Souto. 2015. Ethnozoology: A Brief Introduction. Etnobiology and Conservation v. 4:1–13.
Asiah, N., Ishomuddin, V. S. Darvina, and T. Sulistyaningsih. 2024. Makna Lilis Lamiang Dalam Kehidupan Masyarakat. First edition. Bildung Nusantara, Yogyakarta, Indonesia.
Aspianto, F., M. Muflihati, and A. Yani. 2025. Etnozoologi Masyarakat Suku Dayak Desa Di Desa Ensaid Panjang Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang. Jurnal Hutan Lestari 12:457–470.
Bickford, D., D. Iskandar, and A. Barlian. 2024. Retraction notice to: A lungless frog discovered on Borneo. Current Biology 34:3844.
Fathurrahman, M., A. Yani, and H. Ardian. 2023. Etnozoologi Masyarakat Dayak Kubin Desa Manggala Kecamatan Pinoh Selatan Kabupaten Melawi Untuk Ritual Adat Dan Mistis. Jurnal Hutan Lestari 11:407.
Hamdani, Rivi & Hon Tjong, Djong & Herwina, Henny & Hanafi, henny mulyani. 2013. Potential of herpetofauna on tradisional medicine in West Sumatera. 2. 110-117.
Hikari, H. N., and L. P. W. Syahrani. 2024. Pengaruh Biodiversitas-Vegetasi Terhadap Kenyamanan Pengunjung (Studi Kasus: Taman Monjari Dan Jaya Wijaya, Kota Surakarta) 11.
Hocking, D. J., and K. J. Babbitt. 2024. Amphibian Contributions to Ecosystem Services. Herpetological Conservation and Biology 9:1–17.
IUCN. 2025. The IUCN Red List of Threatened Species. Version 2025-1. https://www.iucnredlist.org.
Kamsi, M. 2008. Mengukur Nilai Konservasi Amfibi dan Reptil di Suatu Kawasan, Contoh Kasus PT. Sari Bumi Kusuma. Warta Herpetofauna 2:12–14.
Kennedi, U. F., Zainudin, S. Purwanto, M. Jakaria, M. D. Kusrini, O. J. Prabowo, A. V. Yanto, and S. T. Maddock. 2024. Amphibians and Reptiles Diversity in Bukit Baka Bukit Raya National Park, West Kalimantan. Media Konservasi 29:1–12.
Kolanus, F., B. D. Yunanti, and A. Kaban. 2008. Keanekaragaman Amfibi di Kawasan Penyangga Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (Studi Kasus PT. Sari Bumi Kusuma, Kalimantan Barat). Institut Pertanian Bogor, Bogor, Indonesia.
Leung, Tommy. 2024. Zoonotic Parasites in Reptiles, with Particular Emphasis on Potential Zoonoses in Australian Reptiles. Current Clinical Microbiology Reports. 11. 1-11. 10.1007/s40588-024-00221-0.
Liadi, F. 2017. Sistem Kepercayaan Suku Dohoi (Anak Suku Ot Danum) Di Tumbang Samba Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah. Palita: Journal of Social Religion Research 2:129–144.
Maisyara, S. 2019. Mikrohabitat Katak Tanpa Paru-Paru (Barbourula kalimantanensis Iskandar, 1978) di Kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya Kabupaten Melawi Kalimantan Barat. Jurnal Hutan Lestari 7.
Mardiastuti, A., B. Masy’ud, L. N. Ginoga, H. Sastranegara, and Sutopo. 2021. Traditional uses of herpetofauna practiced by local people in the island of Sumatra, Indonesia: Implications for conservation. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science 762:012003.
Marlina, H. 2019. Kajian Semiotik Motif Pakaian Adat Dayak Kenyah Di Desa Pampang Samarinda Kalimantan Timur. Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain 22:45–56.
Mendoza-Roldan JA, Modry D, Otranto D. Zoonotic Parasites of Reptiles: A Crawling Threat. Trends Parasitol. 2020 Aug;36(8):677-687. doi: 10.1016/j.pt.2020.04.014. Epub 2020 May 7. PMID: 32448703; PMCID: PMC7203055.M
Nori, J., P. Lemes, N. Urbina-Cardona, D. Baldo, J. Lescano, and R. Loyola. 2015. Amphibian conservation, land-use changes and protected areas: A global overview. Biological Conservation 191:367–374.
North, A. C., D. J. Hodgson, S. J. Price, and A. G. F. Griffiths. 2015. Anthropogenic and Ecological Drivers of Amphibian Disease (Ranavirosis). PLOS ONE 10:e0127037.
Nurhaini, S., S. Anwari, and Y. Arbiastutie. 2025. Etnozoologi Pengobatan Masyarakat Dayak Kerambai Atas Di Desa Raut Muara Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau. Jurnal Hutan Lestari 12:436–445.
Purwanti, T., H. Proyogo, and T. F. Manurung. 2023. Etnozoologi Suku Dayak Hulu Pesaguan Di Dusun Batu Bulan Desa Tanjung Beulang Kecamatan Tumbang Titi Kabupaten Ketapang. Jurnal Hutan Lestari 11:206.
Putra, B. S. 2021. Dayak Mardaheka Sejarah Masyarakat Tanpa Negara di Pedalaman Kalimantan. First edition. Pustaka Catut, Salatiga, Indonesia.
Sardi, M., and S. Siahaan. 2014. Keanekaragaman Herpetofauna Di Resort Lekawai Kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya Kabupaten Sintang Kalimantan Barat. Jurnal Hutan Lestari 2.
Sodagari HR, Habib I, Shahabi MP, Dybing NA, Wang P, Bruce M. A Review of the Public Health Challenges of Salmonella and Turtles. Vet Sci. 2020 Apr 27;7(2):56. doi: 10.3390/vetsci7020056. PMID: 32349343; PMCID: PMC7356221.
Subarata, F., M. Dirhamsyah, and M. S. Anwari. 2021. Etnozoologi Masyarakat Suku Dayak Kanayatn Untuk Pengobatan, Ritual Adat Dan Mistis Di Desa Gombang Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak. Jurnal Hutan Lestari 9:262.
Utama, Silva & Santosa, Yanto & Masyud, Burhanuddin. (2024). The supply chain of Javan spitting cobra (Naja sputatrix) utilization in cobra satay businesses in Jakarta, Indonesia. Biodiversitas Journal of Biological Diversity. 25. 10.13057/biodiv/d250526.
Yudha, D. S., R. Eprilurahman, and K. Kusuma. 2012. Sekilas Etnozoologi Masyarakat Dayak di Kalimantan.
YIARI-BTNBBB. 2025. Keanekaragaman Herpetofauna di Situs Reintroduksi Orangutan Resort Mentatai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. Unpublish report.











