JENIS DAN MORFOLOGI KURA-KURA AIR TAWAR DI SUNGAI METIAN DESA KORONG DASO KABUPATEN SINTANG

Authors

  • Muhammad Syukur Universitas Kapuas, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51826/piper.v19i2.929

Keywords:

Jenis, Kura-kura, Sungai Metian

Abstract

Sungai Metian desa Korong Daso Kabupaten Sintang merupakan salah satu habitat Kura-kura air tawar. Sungai Metian memiliki kondisi yang cukup baik, airnya jernih, substrat tanah berpasir, pepohonan rindang dan terdapat bebatuan, yang cocok untuk tumbuh dan berkembangnya Kura-Kura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan morfologi Kura-Kura air tawar pada Sungai Metian. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode Visual Encounter Survei (VES) dan  dikombinasikan dengan sistem jalur. Pengumpulan data dilakukan pada malam hari pukul 19:00-22:00 WIB dan pagi hari 08:00-12:00 WIB melalui pengamatan langsung, pemasangan pancing, bubu dan penyelaman. Hasil penelitian ditemukan 3 jenis Kura-Kura air tawar yaitu Kahpos (Dogania subplana ) sebanyak 3 individu, Jolabik Hinut (Amyda cartilaginea) sebanyak 2 invidu dan  Kolop Pohkang (Notochelys platynota) sebanyak 5 individu. Secara morfologis jenis Dogania subplana memiliki karapas atau cangkang lunak, berbentuk jorong atau memanjang, pipih datar, plastron tidak menutupi semua areal bagian perut serta dapat digerakan. Lehernya panjang sehingga kepalanya dapat menjangkau sekurangnya setengah dari karapas atau cangkangnya, tungkai depan dan belakang dengan selaput penuh, berkuku runcing. Jenis Amyda cartilaginea memiliki tonjolan menyerupai spiral berjumlah satu baris, pada perisai punggung terdapat bintil-bintil kecil membentuk garis-garis yang terputus-putus dari depan ke belakang. Kepala bewarana hitam memiliki bintik-bintik bewarna kuning. Tungkai depan dan belakang mempunyai selaput penuh dan jari-jari kaki mempunyai cakar yang relatif kuat dan berujung lancip. Kura-kura jenis Notochelys platynota memiliki karapas datar memanjang, punggung bewarna coklat, vetral scute berjumlah enam dan costal berjumlah empat keeping. Plastron tidak dapat digerakan. Pada masing-masing scute. gular, humeral, pectoral, abdominal, femoral, dan anal masing- masing berjumlah 2 keping. Tungkai depan dan belakang berselaput penuh.

References

Agus Arifin Sentosa dan Astri Suryandari. 2014. Variasi parameter pertumbuhan labi-labi (Amyda cartilaginea) di musi rawas dan musi banyuasin, sumatera selatan. Balai Penelitian Pemulihan dan Konservasi Sumber Daya Ikan. Palembang.

Alikodra, H. S. 2010. Teknik pengelolaan satwa liar dalam rangka mempertahankan keanekaragaman hayati Indonesia. IPB Press. Bogor.

Anandita Eka Setiadi. 2015a. Identifikasi dan deskripsi karakter morfologi kura-kura air tawar dari kalimantan barat. [Skripsi]. Prodi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Pontianak.

Anandita Eka Setiadi. 2015b. Identifikasi dan deskripsi karakter morfologi kura-kura air tawar dari kalimantan barat. Majalah Ilmiah Al Ribaath. Universitas Muhammadiyah Pontianak Vol 12, No. 1, Juni 2015. ISSN: 1412 – 7156.

Auliya, M. 2007. An Identification Guide To The Tortoise and Freshwater Turtles Of Brunei Darusalam, Indonesia, Malaysia, Papua New Guinea, Philippines, Singapore and Timor Leste TRAFFIC Southeast Asia. Petaling Jaya. Malaysia.

Bimo Premono, Rizaldi & Izmiarti. 2015. Kelimpahan populasi dan kondisi habitat labi-labi (dogania subplana: reptilia: trionychidae) di kawasan kampus universitas andalas padang. Jurnal Biologi Universitas Andalas (J. Bio. UA.) 4(1) – Maret 2015: 26-30 (ISSN : 2303-2162).

Hardiyanti, Wahyu Prihatini, Rouland Ibnu Darda. 2018. Inventarisasi spesies kura-kura dalam red list iucn dan cites yang diperdagangkan di jakarta dan bogor. Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pakuan. Bogor.

Keputusan Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: SK.733/Menhut-II/2014 tentang Kawasan Hutan dan Konservasi Perairan Provinsi Kalimantan Barat dan Peta Wilayah KPH Sintang Timur Provinsi Kalimantan Barat.

MacKinnon, Gusti Hatta, Hakimah Halim dan Arthur Mangalik. (2005). Ekologi kalimantan. Seri Ekologi Indonesia Buku III. Jakarta. Prenhallindo.

Riyanto. A. Dan Mumpuni. 2003. Metode Survei Dan Pemantauan Populasi Satwa: Kura-Kura. Bidang Zoologi. Pusat Penelitian Biologi. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Cibinong.

Downloads

Published

2023-11-09

Issue

Section

Artikel

Citation Check